West Java Investment Summit (WJIS) 2025 14 November 2025

, 14 November 2025

West Java Investment Summit (WJIS) 2025 14 November 2025

-

Sekretaris Eksekutif DPP APINDO Jawa Barat, Darius Krisdanu Purwana mewakili Ketua DPP APINDO Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik menghadiri kegiatan West Java Investment Summit (WJIS) 2025, yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk dari Gubernur Bank Indonesia (BI), , Ricky P. Gozali Kementerian Investasi, Todo Tua Pasaribu, Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Pemerintah Provinsi Jabar.

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, dalam paparannya menyampaikan data ekonomi terkini, menyebutkan bahwa inflasi Jawa Barat tercatat stabil di angka 2,6% (year-on-year). Beliau juga menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus mensupport kegiatan yang bertujuan mendatangkan investasi ke Jabar, yang hingga kini masih menempati provinsi nomor 1 dalam realisasi investasi di Indonesia.

Wakil Menteri Investasi, Todo Tua Pasaribu, menyoroti pentingnya kegiatan investasi ini untuk pertumbuhan nasional.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, yang baru saja melepas ekspor sepatu di Majalengka, menggarisbawahi beberapa masalah struktural yang dihadapi Indonesia, khususnya dalam hilirisasi dan mengungkapkan Problem di Indonesia ada di hilirisasi, banyak masalah di lapangan, seperti biaya yang tinggi.

Untuk mengatasi tantangan tersebut dan memastikan investasi berdampak luas, Gubernur Jawa Barat memaparkan sejumlah langkah strategis yang fokus pada keadilan dan pemerataan:

  1. Keadilan Distribusi: Melalui distribusi pajak, investasi, dan tenaga kerja yang lebih adil.
  2. Infrastruktur Terkoneksi: Pembangunan dan penyambungan infrastruktur yang menunjang aktivitas ekonomi.


Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi berencana mengambil alih beberapa ruas jalan kabupaten/kota untuk mempercepat konektivitas dan akan segera membuka kawasan industri baru di beberapa wilayah.

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri, Gubernur Jawa Barat juga mengumumkan inisiatif besar, yaitu merekrut 200 orang calon manajer yang nantinya akan disekolahkan di politeknik-politeknik di Jabar.

Sektor pariwisata juga menjadi fokus, di mana Gubernur Jawa Barat menekankan pentingnya pariwisata yang terkoneksi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.

Mengakhiri paparannya, Gubernur Jawa Barat memberikan catatan penting terkait kebijakan investasi ke depan: "Boleh berinvestasi tapi harus mahal," yang mengindikasikan bahwa setiap pengambilan keputusan investasi akan didasarkan pada naskah akademik yang matang, memastikan investasi yang masuk memiliki nilai tambah tinggi bagi daerah dan masyarakat, serta melibatkan masyarakat dan lingkungan untuk disejahterakan.

Jawa Barat Konsisten Jadi Provinsi Realisasi Investasi Tertinggi di Indonesia


Peringkat Konsisten: Jawa Barat (Jabar) secara konsisten menduduki peringkat provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia, menjadikannya tujuan utama bagi investor.

Realisasi Q3 2025: Hingga kuartal ketiga (Q3) tahun 2025, Jabar telah mencapai realisasi investasi sebesar IDR 218,2 triliun. Realisasi ini terdiri dari:

Investasi Asing (PMA): IDR 98,9 triliun.

Investasi Domestik (PMDN): IDR 119,2 triliun.

Sektor Dominan (Top 5): Sektor Industri Manufaktur merupakan penyumbang investasi terbesar, dengan total IDR 113 triliun (51,81%) hingga Q3 2025.

Dampak Ketenagakerjaan: Sektor Manufaktur juga sangat vital dalam penyerapan tenaga kerja, mencatat penyerapan 185.545 pekerja dan merealisasikan 41.796 proyek investasi.

Sektor Utama Lain: Sektor lain yang masuk dalam 5 besar realisasi investasi adalah Real Estat (10,53%), Informasi dan Komunikasi (10,50%), Perdagangan Besar dan Eceran (6,56%), dan Pasokan Listrik dan Gas (3,34%).